Skip to main content

Cerita dari Bimo, teman SD Malsiaf

Malsiaf dan saya berteman sejak SD. Dulu kami sering main bareng, tapi setelah dewasa kami jarang bertemu. Paling saat kebetulan berpapasan, atau saat reuni. Bukan teman yang dekat sekali.

Beberapa tahun lalu saya punya asuransi kesehatan. Polisnya saya beli bukan dari Malsiaf, tapi dari teman saya yang lain.

Saat butuh, agennya sudah tidak ada

Lalu saya sakit dan perlu tindakan di mata. Saya butuh bantuan agen untuk satu hal sederhana: memastikan apakah tindakan ini bisa diklaim.

Ternyata teman yang dulu menjual polis itu sudah resign. Dia sudah tidak menjadi agen saya lagi.

Saya bingung. Polisnya ada, preminya saya bayar, tapi saya tidak tahu harus bertanya ke siapa.

Cerita yang tidak disengaja

Suatu kali saya cerita ke Malsiaf, tanpa maksud apa-apa. Ternyata dia agen di perusahaan asuransi yang sama.

Saya bukan nasabahnya. Polis saya bukan dari dia. Tapi Malsiaf langsung turun tangan: mengecek polis saya, menanyakan ke perusahaan asuransi, dan terus menindaklanjuti sampai jelas.

Hasilnya, klaim saya cair.

Yang saya rasakan berbeda

Saya yakin Malsiaf melakukannya bukan karena saya teman SD-nya. Kami tidak sedekat itu.

Selama ini saya banyak bertemu agen asuransi. Kebanyakan sangat semangat di awal, waktu saya belum jadi nasabah. Setelah polis terbit dan saya butuh bantuan, semangatnya tidak lagi sama.

Malsiaf berbeda. Dia mengurusnya dengan sepenuh hati, padahal saya bukan nasabahnya. Ada usaha ekstra untuk membela kepentingan orang yang dia bantu.

Buat saya, itu yang paling penting dari seorang agen asuransi: bukan seberapa rajin dia di awal, tapi apakah dia masih ada saat kita benar-benar butuh.

Chat WhatsApp Malsiaf

Muhamad Malsiaf